POLITIK

REMAJA DAN DEWASA

JENDELA DUNIA

Recent Posts

DUA PULUH TAHUN DI LUAR NEGERI, PRIA INI DI ANGKAT MENJADI MENTERI

07:00:00 Add Comment
SUARADETIK.COM – Archandra Tahar tidak pernah memimpikan bias diangkat sebagai menteri di Indonesia. Ia diketahui sudah menetap di Amerika Serikat selama 20 tahun. Archandra diketahui merelakan posisi yang sangat strategis sebagai Presiden di Petroneering Houston di Texas.

Sekarang, Archandra pun akhirnya kembali ke Indonesia hanya untuk menerima permintaan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bisa menjadi menteri.  Sama halnya dengan Menkeu yang baru di angkat Sri Mulyani. Archandra diketahui merelakan posisi yang sangat strategis sebagai Presiden di Petroneering Houston di Texas.

Perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang bergerak dibidang energy dan minyak. Ia menjabat di perusahaan tersebut sejak tahun 2003. Archandra sendiri berpenampilan seperti pria yang sangat sederhana. Tak ada yang menduga bahwa Ia seorang pimpinan perusahaan besar dan sudah lama menetap di luar negeri.

Tak sama sekali terlihat kemewahan mentereng dari penampilan Archandra seperti kebanyakan orang di luar negeri lainnya. Ia mengaku terpilih menjadi Menteri ESDM hanya dalam waktu singkat saja. Menurutnya ia baru saja tiba di Indonesia beberapa hari, kemudian ia di undang Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk berdiskusi.
Menteri ESDM Archandra Tahar (kiri), dan mantan Menteri ESDM Sudirman Said (kanan)

MIRIS! DEMI UANG RP 393 JUTA. RATU KECANTIKAN PURA-PURA KENA KANKER

06:33:00 Add Comment
Kebutuhan akan uang seringkali membuat orang menghalalkan segala cara. Tak bekerja dan tak memiliki bisnis, mantan ratu kecantikan Miss Pennsylvania Brandi Lee Weaver Gates
mengambil jalan pintas dengan berpura-pura menderita kanker demi menggalang uang banyak.
 
Mantan ratu kecantikan Miss Pennsylvania Brandi Lee Weaver Gates
Wanita berusia 24 tahun ini akhirnya berhasil dibekuk dan divonis empat tahun penjara setelah berpura-pura menderita leukemia demi mendulang dana sekitar US$ 30 ribu atau Rp 393,2 juta.

MEDIA SOSIAL : PISAU BERMATA DUA

06:03:00 Add Comment

Dampak media sosial

Media sosial sedang naik daun dalam beberapa dekade terakhir. Sebut saja itu facebook, twitter, bbm, instagram dan lain-lain. Banyak yang menafsirkan sisi negatif dari kehadiran media sosial ini.

Jadi, wajar saja bermunculkan karikatur dari tangan-tangan terampil. Karikatur yang mengambarkan orang lebih asyik berinteraksi secara sosial di dunia maya. Bukan itu yang akan saya lihat. Sebab, sudah banyak pendapat dan kesimpulan yang disampaikan semua pihak.

Justru yang harus dilihat adalah sisi positif. Tidak bisa dipungkiri, produk yang lahir dalam lingkungan masyarakat tetap memiliki energi positif dan negatif. Seperti itulah media sosial. Belasan tahun lalu atau mendekati angkat 20 tahun lalu, surat menjadi media ternama untuk berkomunikasi dengan pihak yang tidak bisa anda jangkau secara nyata.

Apakah hanya sekedar sapaan, bernostalgia atau menyampaikan saran dan kritikan. Cara-cara seperti itu tidak akan bermanfaat jika dilakukan pada saat ini.

Sekarang justru lebih praktis. Anda tidak perlu menggunakan kertas, tinta serta tidak harus banyak coretan ketika ada kalimat yang salah dalam penulisan. Alat yang dibutuhkan pun hanya dua jari anda. Dengan kecermatan dan keterampilan, apa yang ingin anda utarakan akan langsung sampai ke penerima pesan.

Dunia memberikan kemudahan dalam berbagai hal. Hanya saja itu bisa menjadi petaka jika tidak dimanfaatkan dengan baik. Katakan, untuk menyampaikan kritikan atau keluhan tentang pelayanan publik.

Bisa saja itu disampaikan melalui media sosial. Meski pesan itu hanya ditujukan untuk orang. Faktanya, siapa saja dan orang dimana saja bisa membacanya. Tidak cukup hanya di situ, penghakiman dan kesimpulan seolah-olah benar pun bermunculan.

Secara tidak langsung ini akan memberikan efek sosial ke penerima pesan. Sebab, dia merasa dipermalukan. Padahal itu di dunia maya bukan dunia nyata.

Seyogyanya pun rasa malu itu tidak akan dirasakan, jika memang pesan itu diterima secara legowo. Menganggap itu menjadi kritikan untuk membangun dan memperbaiki. Namun, perlu diingat juga dengan kritikan yang disampaikan itu. Apakah dilakukan dengan cara yang beretika.

Tidak ada standar khusus dalam kata “beretika”. Bisa saja diartikan dengan penyampaian bahasa yang santun. Lalu disertai dengan gambar sehingga tidak merupakan fitnah.  

Bukankan sejak dini sudah diajakarna untuk berkomunikasi dengan baik. Termasuk dengan musuh. Hal ini sudah dipelajari sejak dini. Jika point-point itu dilakukan, kecil kemungkinan timbul ketersinggungan antar pengirim dan penerima pesan.

Karena itulah, media sosial akan menjadi baik, jika dimanfaatkan dengan energi positif. Meskipun pesan itu adalah sebuah kritikan. Bagaimana pun juga kritikan adalah cara untuk membangun hal yang lebih baik.

Gambarannya, media sosial itu sama seperti pisau. Ketika itu digunakan untuk memotong bumbu dapur, maka sang koki bisa menyajikan makanan yang lezat, nikmat dan tentunya sehat. Berbeda jika itu digunakan untuk menyakiti. Siapapun dia, maka tidak akan pernah menikmati makanan yang seharusnya sudah disajikan. (*)

AHOK JADI MUSUH BERSAMA DI PILGUB DKI JAKARTA 2017

05:18:00 Add Comment
SUARADETIK.COM - Sebanyak enam partai politik merencanakan akan berkoalisi untuk melawan gerakan petahana Gubernur DKI Jakarts, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Direncanakan, para pimpinan dari keenam partai politik ini akan bertemu pada bulan depan untuk membahas calon gubernur dan calon wakil gubernur yang akan diusung untuk bertarunf melawan Ahok.

Wakil Ketua DPRD DKI asal Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Abraham Lunggana atau Lulung menyatakan saat ia bertemu dengan Ketua Umum PPP, Djan Faridz, dibicarakan mengenai adanya pertemuan partai tingkat nasional yang akan diikuti enam partai politik. "Saya bertemu dengan Pak Djan Faridz. Katanya akan ada pertemuan partai tingkat nasional, enam partai. Yaitu, Demokrat, PAN, PKS, PKB, PPP, dan Gerindra. Pertemuannya, salah satunya membahas Pilkada serentak, termasuk DKI," kata Lulung, Jumat (29/7).

Kabar tersebut dibenarkan Ketua Tim Penjaringan Calon Gubernur Gerindra, Syarif. Pertemuan itu akan digelar tanpa melibatkan PDI Perjuangan serta tiga partai yang sudah resmi mengusung Ahok sebagai cagub. Ketiga partai itu adalah Nasdem, Golkar dan Hanura.

"Kan sudah deklarasi tiga partai politik tersebut. Masa masih mau ikutan bertemu sih," ujarnya sambil tertawa.
 
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
Pertemuan enam partai politik tersebut rencananya akan digelar sekitar tanggap 7 Agustus mendatang. Untuk tempat pertemuannya, Syarif mengaku belum mengetahuinya. "Saya belum tahu tanggal pastinya, tapi ancer-ancer tanggal 7 Agustus. Mudah-mudahan terlaksana," ungkapnya.

Sedangkan di partainya sendiri, masih menggodok tiga nama untuk diusung pada Pilgub DKI 2017 mendatang. Ketiga nama tersebut adalah Sjafrie Sjamsoeddin, Sandiaga Uno, dan Yusril Izha Mahendra. Dari ketiga nama itu dipastikan akan ada dua nama besar yang akan digadang. Namun yang pasti atas persetujuan enam partai tadi.

Jika benar enam partai tersebut berkoalisi, maka akan tergalang kekuatan besar untuk mengadang Ahok. Total kursi dari enam partai tersebut mencapai 54 kursi. Dengan rincian Partai Gerindra 15 kursi, PKS 11 kursi, PPP 10 kursi, Demokrat 10 kursi, PKB enam kursi dan PAN dua kursi.

Sedangkan PDIP memiliki 28 kursi. Sementara tiga partai pengusung Ahok memiliki total 24 kursi, dengan rincian Partai Hanura 10 kursi, Parta Golkar 9 kursi dan Partai Nasdem 5 kursi.

MISTERI KEMATIAN HITLER

18:36:00 Add Comment


Hitler, diktator Jerman dan pemimpin besar Nazi
SUARADETIK.COM - Adolf Hitler (1889-1945) ketika ibunya meninggal, Hitler yang berusia 18 tahun berjam- jam memandangi mayat ibunya dan membuat gambar- gambar sketsa. Kebenciannya akan orang yahudi sudah timbul waktu itu, karena dokter yang merawat ibunya berkebangsaan Yahudi dan gagal menyelamatkan nyawa ibunya.

Hitler menganggap bangsa Jerman (Ras Arya) adalah manusia paling hebat di dunia dan sebagai bangsa terunggul. Jerman harus melebarkan wilayahnya dengan kekuatan dan memperbudak bangsa lain, misalnya bangsa Slavia, yang kelasnya lebih rendah dibandingkan dengan Ras Arya (Jerman). Bangsa Slavia dianggap tidak masuk dalam kelas apapun selain sebagai musuh yang harus di hancurkan.

Lawan-lawan politiknya di dalam negeri dibunuh, sehingga tidak adalagi yang menghalangi rencana gilanya untuk menyerang Eropa Timur. Banyak sekali kegilaan- kegilaan yang dilakukan Hitler dalam kehidupannya bahkan sampai saat detik kematiannya.

Pada 30 April 1945 Hitler yang sudah terkepung oleh serbuan tentara sekutu yang marah, bersembunyi di bawah sebuah bunker bawah tanah di Berlin, Jerman. Menyadari bahwa dirinya sudah terdesak dan tidak ada lagi jalan keluar, Hitler memilih melangsungkan upacara pernikahan dengan pacarnya, Eva Braun. Setelah upacara pernikahan usai dilangsungkan Hitler memaksa istrinya untuk meminum racun hingga tewas. Ia seniri memilih menembak kepalanya. Mayat keduanya ditemukan dalam keadan gosong terbakar.